Rekonsiliasi Kebenaran-analisis krismon 97

nggoszip nyok!

Rekonsiliasi Kebenaran-analisis krismon 97

Postby mejahijau on Sat Nov 28, 2009 12:21 pm

DoOs_101

[i]. Pembuka:

Kebenaran, adalah kata yang menggarap perhatian kita semua. Apakah kebenaran yang kita ketahui sebenarnya benar atau salah. Tidak ada yang pasti kecuali satu, negara Indonesia dilumuti kebodohan.

Mengenang peristiwa krisis moneter 1997, sudah 11 tahun berlanjut dan pantas apabila kita bertanya, apa sebetulnya kebenaran dibalik krismon'97. Tentunya ada yang mengatakan bahwa itu semua terjadi karena kelicikan mafia Berkeley, betul atau salah tetapi tidak pasti. Ada yang mengatakan itu semua keahlian George Soross, seorang venture capitalist yang menggoda kestabilan tukar/menukar keuangan rupiah di currency exchange market, betul atau salah tetapi tidak pasti penyebab nya hilang seluruh budget moneter. Kemudian ada yang mengatakan, semua terjadi karena IMF, betul atau salah tetapi tidak pasti kejadian sebetulnya. Semua konsep yang dikatakan oleh para konspiran bisa saja betul tetapi tidak pasti, hanya satu yang pasti, kebodohan nepotisme.

[II]. Sistem moneter korup:

Pada era kepemimpinan presiden Soeharto, banyak sekali kemajuan ekonomi, membuktikan hal-hal yang positif terjadi di masa lalu, tetapi ada sisi negatif dibalik masa lalu kepemimpinan presiden Soeharto. Banyak orang sudah mengetahui tentang nepotisme yang dibuahi oleh kepemimpinan presiden Soeharto, tetapi apakah mereka semua mengenal nepotisme tersebut? Mari kita pelajari nepotisme era masa lalu yang telah melukai pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai dengan detik ini.

Sistem moneter adalah sistem keuangan negara, mempunyai dua tugas terhadap rakyat yaitu, memberi pelayanan nabung dana dan memberi pelayanan meminjamkan dana. Yang standar, seorang konsumen yang menabung dana ke bank akan mendapatkan bunga setiap bulan. Yang standar, seorang peminjam akan mendapatkan modal dari bank tetapi juga harus mengembalikan jumlah modal yang sama tambah bunga. Bunga tersebut ditentukan oleh benchmark rate, keputusan direktorat Bank Indonesia.

Tetapi abominal apa yang terjadi di era jaman nepotisme 1997? Jawaban nya adalah exklusif nepotism. Layanan peminjaman dana kepada rakyat hanya diberikan kepada kelas atas tertentu dan terutama keluarga besar Soeharto. Rakyat kecil yang berkeinginan untuk membangun usaha susah dapat modal karena tidak punya akses, sedangkan kaum superkaya yang mempunyai akses meminjam modal ke bank makin menjadi kaya. Dan kebodohan menghancurkan semuanya. Keputusan peminjamaan modal pun ditentukan oleh keluarga besar Soeharto. Sistem menjadi tidak jelas karena peminjamaan dana bukan sesuai analisa usaha pembangunan tetapi lebih kepada teori kepentingan. Sehingga, yang punya nama pasti dapat modal. Sayang sekali orang Indonesia terutama kelas atas konon dalam sejarah sering sekali tertipu. Modal yang dipinjam berupa 100 milyar, 1 trilliun, dll oleh kaum-kaum superkaya tidak dibalikan, mereka semua tertawa akan kebodohan ini sementara mereka kabur ke negara luar seperti Singapore, Australia, dan Amerika. Hasilnya, dana moneter Indonesia habis diserap oleh para pejabat dan superkaya nakal. Lebih memalukan lagi dana tersebut membuahi negara baru, yaitu Singapore sementara Indonesia jatuh kepada resesi ekonomi, semua menjadi miskin, uang2 tabungan di bank hilang, yang tadinya berharap jadi merunduk.

[III]. Effek Sampingan terhadap masa depan:

Trauma, adalah kata yang tepat untuk dipakai sebagai alesan kelemahan kita. Saat ini harapan banyak sekali, oportunitas didepan mata, banyak sekali jalur pembangunan, tetapi tidak optimal. Karena semua dicegah oleh sistem moneter pelit.

Saat ini sistem moneter Indonesia sangat pelit dan menggarap keuntungan. Rakyat diberikan bunga 4% untuk penabungan sedangkan untuk meminjam modal Rakyat diberikan interest rate 14%, jadi bank untung 10% dari keuangan yang masuk karena penabungan atau keluar karena peminjaman. Sedangkan ekonomi Indonesia berjalan tidak optimal, World Bank berkomentar bahwa optimal production Indonesia berada di 9-11% tetapi mengapa kita berpoduksi dibawah 6%. Semuanya karena sistem moneter tidak membantu. Investasi sangat relatif kepada interest rate yang ditentukan oleh Bank Indonesia. Bila interest rate 14%, maka investasi akan menjadi disinsentif karena cost buat membaliki interest sangat mahal sedangkan di luar negri, mereka mendapatkan interest rate hanya 2-5%, sangat menguntungkan.

Industrial production (paling penting)
16.0% - China | interest rate: 4.35%
10.5% - Thailand | interest rate: 3.80%
4.4% - Indonesia | interest rate: 9.78%
3.8% - India | NA
2.6% - Malaysia | interest rate: 3.70%

Lihatlah perhubungan antara produksi dan interest rate dari kebijakan policy moneter setiap negara. Indonesia paling tinggi maka itu pertumbuhan belom optimal. Padahal Indonesia mempunyai opportunitas buat pembangunan industrial (industrial production) yang bagus, berhubungan kita negara agrari, labor intensif, dan banyak keuntungan yll. Tetapi mengapa?

Trade Balance Indonesia (Net Trade Account)
38%

Current Account Indonesia (Export/Import barang2 + services)
10%

38 - 10 = 28%

28% dari trade balance adalah capital inflow, tandanya banyak dana investasi dari luar masuk ke indonesia. Ini menunjukan bahwa mayoritas wiraswasta yang sudah/sedang membangun usaha mendapatkan modal/dana dari investor luar. Sehingga apa? Investasi di Indonesia terhambat dana macat, susah cari dana, berkompetisi mencari dana kepada investor luar yang sama, dan proses waktu captal inflow masuk ke Indonesia membutuhkan waktu 1 tahun. Sehingga bisa dibilang pembangunan di Indonesia bergantung kepada modal luar yang seharusnya bisa independen dari bantuan sistem moneter negri sendiri.

Investasi lambat, pembangunan lambat, kemajuan Indonesia tidak optimal.

Solusi nya adalah untuk merubah kebijakaan moneter sistem tetapi banyak sekali ahli ekonomist dan direktorat bank yang berkata, "tidak mungkin". Mengapa?

Dijawab saja, "karena takut", mereka akan tutup mulut tidak membalas.

[IV]. Solusi, selalu ada solusi!!!!

Tentunya selalu ada optimisme dan jalur keluar untuk menyelesaikan masalah. Solusinya adalah untuk mempelajari kesalahan dan memperbaiki nya dengan analisa yang tajam.

Sebelumnya mari kita samakan kejadian krismon'97 terhadap kejadian The Great Depression 1930, di USA. Dua kejadian tersebut sama parahnya, rakyat kehilangan uang yang mereka tabung di bank dan dana moneter habis, pembangunan terpaksa berhenti. Tetapi ada perbedaan. Di USA, kejadian krismon terjadi karena bank mempunyai insentif untuk meminjamkan rakyat uang untuk bermain di stock market (Bursa Effek, seperti IDX di Jakarta). Lalu pada saat buyout terlalu banyak, stock market melemah, sehingga semua orang kehilangan uang dan juga bank. Ini adalah kegagalan analisa peminjamaan, beda dengan kejadian krismon'97 di Indonesia. Kejadian tersebut terjadi karena kebodohan nepotisme. Keluarga yang berkuasa mengatur peminjamaan keuangan dari bank, mereka meminjamkan dengan teori kepentingan, dan begitu saja dikasih tanpa menanya usaha apa yang dibangun, tujuan, profile income flow, status kriminal, dll. Secara singkat, uang hanya diberikan begitu saja seperti anak diberikan uang jajan oleh ibunya. Hal ini bisa dibilang, dicopet karena bodoh.

Mengapa takut apabila masa lalu sudah telak? Alesan kejadian subprime mortage crisis di Amerika dipakai sebagai alibi untuk menetapkan kebijakaan pelit Bank Indonesia. Sebetulnya kejadian subprime mortage crisis sangat berbeda karena apa yang terjadi adalah bank memberikan credit pinjaman buat konsumsi terutama konsumsi rumah buat keluarga-keluarga baru. Karena mereka melewati batas hitungan, pada saat keluarga-keluarga tersebut tidak dapat membayar kembali credit pinjaman tersebut, akhirnya bank jadi kehilangan uang, sama saja seperti krismon'97. Tetapi harus diingant, bahwa ini adalah pinjaman konsumtif, bukan produktif. Di Amerika, pinjaman produktif alias credit buat investasi lancar. Bila uang tidak balik, mereka sita usaha tersebut lalu di jual ke merger. Sistem produksi mereka berjalan lancar.

Solusi...

1). Mayoritas bank Indonesia perlu merekruit ahli-ahli ekonom dan MBA yang mengerti banyak hal tentang membangun usaha. Rekruit tersebut dijadikan tim analisa pengisuan usaha oleh peminjam dana. Bila mempunyai profesionalisme untuk menganalisa karakteristik usaha dan masa depan nya, bank dapat menilai apabila usaha yang diisukan oleh peminjam dana itu aman, produktif, menjaminkan, dll.

2). Sistem kolateral dengan digital profiling adalah alternatif yang bagus. Untuk mencegah kecurangan peminjam dana, bank harus dapat menganalisa sejarah peminjam tersebut, mempelajari latar belakang keluarga nya, pekerjaan sebelumnya, catatan kriminal, dan aktifitas kredit selama 10 tahun. Apabila mencurigakan, akan ditolak dan peminjam dana harus mengasih bukti kuat bahwa dia akan memakai dana tersebut untuk membangun usaha.

3). Membangun perusahaan yang menjual/beli perusahaan gagal. Pertama, mereka membeli usaha yang telah di sita oleh bank. Kedua, mereka membenarkan kesalahaan dari kegagalan perusahaan tersebut. Ketiga, dijual ke korporasi besar yang ingin mempunyai banyak cabang bisnis. (Seperti di film Preety Woman).

Alasan untuk tidak takut:

1). Krismon'97 terjadi karena kebodohan nepotisme, sekarang ini sistem berjalan.

2). Takut akan terjadinya credit crunch seperti Mortage Crisis di Amerika tidak akan terjadi di sektor pembangunan, karena penyebab Mortage Crisis di Amerika adalah peminjaman credit konsumtif berlebihan.

3). Negri Indonesia mempunyai banyak oportunitas pembangunan, untuk keamaanan liquiditas credit, dapat dijaga apabila mempunyai statistik dan data setiap usaha yang beroperasi, jumlah kapastias setiap sektor industri, prediksi jumlah sumber daya alam, inventory seluruh sumber daya alam di Indonesia.


Penutup:

Sekian artikel yang saya tulis buat kalian semua. Semoga dengan membaca tulisan ini kalian jadi mengerti sejarah Indonesia yang membentuk kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

Referensi:
* http://en.wikipedia.org/wiki/Main_Page
* http://www.1ndonesia.info/
* http://www.indogamers.com/f144/polit...o_ocean-68623/

"Abandon fear, embrace hope". ~Nelson Mandela
User avatar
mejahijau
 
Posts: 40
Joined: Tue Sep 29, 2009 11:27 am
Location: Depok yang panas selalu.. So Hoootttt!!!

Return to Gossszzziippp!


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests